Langsung ke konten utama

Konsep Functional Programming Kotlin Bahasa Indonesia

  Functional Programming Seperti yang sudah disampaikan di awal akademi. Kotlin adalah sebuah  multiparadigm programming language.  Artinya selain merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek, dalam penulisan sintaksnya Kotlin menggunakan gaya  functional programming . Untuk mengawalinya, perhatikan kode berikut: val list = getListUser ()   fun getUsername (): List < String >{     val name = mutableListOf < String >()     for ( user in list ){         name . add ( user . name )     }     return name } Kode di atas biasanya kita tuliskan untuk mendapatkan nilai tertentu dari sebuah list. Karena kode pada Kotlin bisa dituliskan dengan gaya fungsional, maka kode di atas cukup dituliskan seperti berikut: fun getUsername (): List < String >{     return list . map {         it . name     } } Itu adalah salah satu contoh kenapa Kotlin termasu...

Functions Kotlin Bahasa Indonesia


 

Functions

Function atau fungsi merupakan sebuah prosedur yang memiliki keterkaitan dengan pesan dan objek. Ketika kita memanggil sebuah fungsi maka sebuah mini-program akan dijalankan. Fungsi sendiri bisa diartikan sebagai cara sederhana untuk mengatur program buatan kita.

Sebuah fungsi dapat kita gunakan untuk mengembalikan nilai. Pemanggilan sebuah fungsi sendiri, bisa diberi argumen atau tidak. Pada sub-modul ini kita akan belajar bagaimana membuat sebuah fungsi pada Kotlin dan mencoba beberapa poin di atas.

  1. fun functionName(param1: Type1, param2: Type2, ...): ReturnType {
  2.     return result
  3. }

Pendeklarasian fungsi pada Kotlin diawali dengan kata kunci fun kemudian dilanjutkan dengan nama fungsi yang dikehendaki. Selanjutnya adalah parameter yang berada pada fungsi yang dideklarasikan. Awali dengan nama parameter dan ikuti dengan tipe parameter itu sendiri yang dipisahkan oleh karakter colon (:). Setiap parameter yang berada pada sebuah fungsi dipisahkan oleh karakter koma dan berada di dalam tanda kurung. 

  1. fun setUser(name: String, age: Int)

Setelah menentukan nama dan parameter, selanjutnya adalah menentukan tipe kembalian dari fungsi yang dibuat. Perlu diketahui fungsi pada Kotlin selalu mengembalikan nilai. Tipe kembalian adalah nilai yang akan dikembalikan ketika fungsi tersebut dipanggil.

  1. fun setUser(name: String, age: Int): String

Fungsi di atas akan mengembalikan nilai berupa String. Setelah menentukan tipe nilai kembalian, barulah kita menentukan function body di mana di dalamnya terdapat expression atau statement untuk dijalankan. Function body berada di dalam curly braces ({}) setelah tipe nilai kembalian.

  1. fun setUser(name: String, age: Int): String {
  2.     return "Your name is $name, and you $age years old"
  3. }

Nilai yang akan dikembalikan diikuti oleh kata kunci return. Jika di dalam suatu fungsi hanya memiliki satu expression untuk menentukan nilai kembalian, maka fungsi tersebut bisa diubah menjadi expression body. Kita hanya perlu menambahkan tanda = dan menuliskannya seperti berikut:

  1. fun setUser(name: String, age: Int): String = "Your name is $name, and you $age years old"

Dengan expression body, kompiler dapat menentukan tipe kembalian dari fungsi yang dibuat. Sehingga kita tidak perlu menentukan tipe nilai kembalian secara eksplisit:

  1. fun setUser(name: String, age: Int) = "Your name is $name, and you $age years old"

Jika kita tidak ingin fungsi yang dibuat mengembalikan nilai, kita bisa menggunakan Unit sebagai tipe nilai kembaliannya. Contohnya seperti berikut:

  1. fun printUser(name: String): Unit {
  2.     print("Your name is $name")
  3. }

Ketika menggunakan tipe kembalian Unit, Kotlin memungkinkan kita untuk menghilangkannya. Kenapa demikian? Kompiler akan mendeteksinya sebagai tipe kembalian yang redundant:

  1. fun printUser(name: String) {
  2.     print("Your name is $name")
  3. }

Pemanggilan fungsi, bisa dilakukan dengan pendekatan tradisional seperti berikut:

  1. fun main() {
  2.     val user = setUser("John Doe", 42)
  3.     println(user)
  4.  
  5.     printUser("John Doe")
  6. }
  7.  
  8. fun setUser(name: String, age: Int) = "Your name is $name, and you $age years old"
  9.  
  10. fun printUser(name: String) {
  11.     println("Your name is $name")
  12. }
  13.  
  14. /*
  15. output :
  16. Your name is John Doe, and you 42 years old
  17. Your name is John Doe
  18. */

Postingan populer dari blog ini

List Kotlin Bahasa Indonesia

  Collections Setelah berkenalan dan mempelajari data class, selanjutnya kita akan mencoba untuk mempelajari  collection . Bayangkan ketika kita ingin menyimpan dan memanipulasi sebuah objek. Kita perlu sebuah komponen yang mampu menambahkan, menghapus, mencari, bahkan mengurutkan sebuah data. Semua tugas itu bisa kita lakukan dengan bantuan collection. Collections sendiri merupakan sebuah objek yang bisa menyimpan kumpulan objek lain termasuk data class. Dengan collection kita bisa menyimpan banyak data sekaligus. Di dalam collections terdapat beberapa objek turunan, di antaranya adalah  List ,  Set , dan  Map . Mari kita pelajari satu per satu objek turunan tersebut. List Yang pertama adalah List. Dengan List kita dapat menyimpan banyak data menjadi satu objek. Sebagai contoh, kita bisa membuat sebuah List yang berisi sekumpulan data angka, karakter atau yang lainnya. Yang menarik, sebuah List tidak hanya bisa menyimpan data dengan tipe yang sama. Namun juga b...

Data Class Kotlin Bahasa Indonesia

  Data Class Pada sub-modul ini, kita akan mempelajari sebuah fitur menarik pada Kotlin, yaitu  Data Class . Kotlin mengenalkan konsep data class yang merupakan sebuah kelas sederhana yang bisa berperan sebagai data  container . Data class adalah sebuah kelas yang tidak memiliki logika apapun dan juga tidak memiliki fungsionalitas lain selain menangani data. Kenapa disebut dengan kelas sederhana? Seperti yang sudah kita ketahui, Kotlin memungkinkan kita untuk menulis kode dengan ringkas dan lebih efisien. Dalam membuat sebuah data class, kita tidak perlu menuliskan banyak kode yang seharusnya dibutuhkan untuk mengelola sebuah data. Data class mampu menyediakan beberapa fungsionalitas yang biasanya kita butuhkan untuk mengelola data hanya dengan sebuah  keyword   data . data class User ( val name : String , val age : Int ) Hanya dengan satu baris kode di atas, kompiler akan secara otomatis menghasilkan  constructor ,  toString() ,  equals() ,...

Break dan Continue Kotlin Bahasa Indonesia

  Break dan Continue Ketika melakukan perulangan, terkadang kita dihadapkan dengan data yang tak sesuai harapan. Contoh, seperti berikut: fun main () {     val listOfInt = listOf ( 1 , 2 , 3 , null , 5 , null , 7 )     for ( i in listOfInt ) {         print ( i )     } } /*    output: 123null5null7 */ Proses perulangan pada kode di atas akan menghasilkan nilai  null . Jika kita mengelola nilai tersebut, ada potensi  NullPointerException  di sana. Lalu bagaimana kita melewatkan atau menghentikan proses perulangan jika nilai yang dihasilkan bernilai  null ? Nah, di sini kita bisa menggunakan  Break  dan  Continue . Continue digunakan untuk melewatkan proses iterasi dan lanjut dengan proses iterasi berikutnya. Sementara itu, Break digunakan untuk menghentikan proses iterasi. Berikut adalah contoh proses iterasi pada kode di atas. Kita akan coba melewatkannya jika nilai yang dihasi...