Langsung ke konten utama

Konsep Functional Programming Kotlin Bahasa Indonesia

  Functional Programming Seperti yang sudah disampaikan di awal akademi. Kotlin adalah sebuah  multiparadigm programming language.  Artinya selain merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek, dalam penulisan sintaksnya Kotlin menggunakan gaya  functional programming . Untuk mengawalinya, perhatikan kode berikut: val list = getListUser ()   fun getUsername (): List < String >{     val name = mutableListOf < String >()     for ( user in list ){         name . add ( user . name )     }     return name } Kode di atas biasanya kita tuliskan untuk mendapatkan nilai tertentu dari sebuah list. Karena kode pada Kotlin bisa dituliskan dengan gaya fungsional, maka kode di atas cukup dituliskan seperti berikut: fun getUsername (): List < String >{     return list . map {         it . name     } } Itu adalah salah satu contoh kenapa Kotlin termasu...

Kotlin Fundamental Bahasa Indonesia


 Kita sudah tahu cara  membangun dan menjalankan program Kotlin. Kini di sub-modul ini kita akan mempelajari konsep-konsep dasar (fundamental) pada Kotlin. Kita akan belajar bersama mengenai data types, function, expression dan juga nullability pada Kotlin.

Hello Kotlin!

Sebelum ke topik-topik fundamental tersebut, mari kita awali dengan pembahasan tentang program Hello Kotlin!. Pada sub-modul sebelumnya kita telah berjumpa dengan sebuah proyek yang menampilkan sebuah teks Hello World! dan juga Hello Kotlin!.

Buat Anda yang pernah belajar pemrograman sebelumnya, tentu tak asing dengan program ini. Hello World! sering digunakan untuk menunjukkan sintaks dasar pada sebuah bahasa pemrograman. Karena kita sedang belajar bahasa pemrograman Kotlin, maka kita mengganti namanya dengan Hello Kotlin!.

Hello Kotlin! merupakan sebuah program sederhana yang digunakan untuk mencetak sebuah teks “Hello Kotlin!” ke dalam layar atau konsol. Berikut adalah contoh kode dari program tersebut:

  1. // main function
  2. fun main() {
  3.    println("Hello Kotlin!")
  4. }

Baris pertama dari kode di atas adalah komentar yang ditandai dengan tanda //.

  1. // main function

Sebuah komentar akan dilewatkan ketika proses kompilasi, sehingga tidak akan mempengaruhi alur program yang kita tulis. Komentar bisa kita gunakan untuk mendokumentasikan kode yang kita tulis agar ketika suatu saat kita membukanya kembali, kita bisa mengetahui fungsi dari kode yang kita beri komentar tersebut.

Terdapat dua jenis komentar yang bisa kita gunakan. Pertama adalah single line comment yaitu komentar satu baris yang diawali dengan tanda // dan berakhir di akhir baris komentar tersebut.

  1. // single line comment

Yang kedua adalah multi-line comment yang diawali dengan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */.

  1. /*
  2.    multi line comment
  3.    Hello Kotlin
  4. */

Dengan multi-line comment kita bisa menuliskan beberapa baris komentar.

Selanjutnya adalah fungsi yang bernama main(), fungsi yang wajib kita definisikan ketika membuat sebuah program. Fungsi main() merupakan sebuah entry point yang  otomatis akan dipanggil ketika program dijalankan. Pada sub-modul berikutnya kita akan belajar lebih dalam tentang bagaimana mendefinisikan sebuah fungsi.

Kemudian fungsi println(), fungsi yang akan kita gunakan untuk mencetak teks ke dalam layar atau konsol. Fungsi println() membutuhkan satu argumen berupa message dengan tipe data yang dikehendaki. Tipe data yang didukung untuk kita masukkan ke dalam fungsi println() ada di tautan ini.

Selain fungsi println(), terdapat juga fungsi print() yang berfungsi sama seperti fungsi println(). Bedanya, println() akan menambahkan baris baru setelah selesai mencetak argumen yang diberikan, sementara fungsi print() tidak melakukan apapun ketika argumen yang diberikan, selesai dicetak. Untuk memahaminya lebih dalam, coba jalankan kode berikut:

  1. fun main() {
  2.    val name = "John Doe"
  3.  
  4.    print("Hello my name is ")
  5.    println(name)
  6.    print(if (true) "Always true" else "Always false")
  7. }
  8.  
  9. /*
  10.    output:
  11.        Hello my name is John Doe
  12.        Always true
  13. */

Fungsi println() dan print() secara internal memanggil fungsi system.out.print(message).

  1. @kotlin.internal.InlineOnly
  2. public actual inline fun print(message: Any?) {
  3.     System.out.print(message)
  4. }

Kegunaan utama dari fungsi system.out.print(message) adalah untuk menampilkan pesan yang diberikan ke standard output stream. Selain menampilkan pesan yang diberikan secara eksplisit, fungsi tersebut juga dapat digunakan untuk menampilkan nilai dari sebuah expression atau variabel seperti yang dicontohkan di atas.

Postingan populer dari blog ini

Data Types & Variable Kotlin Bahasa Indonesia

  Data Types & Variable Data types atau tipe data adalah sebuah pengklasifikasian data berdasarkan jenis data tersebut. Untuk mengembangkan sebuah program, ada beberapa tipe data yang akan kita pelajari. Di antaranya adalah  Character ,  String ,  Array ,  Numbers  dan  Booleans . Semuanya akan kita bahas sejelas dan sesederhana mungkin di dalam sub-modul ini. Namun sebelumnya, ada satu hal yang kita perlu tahu terlebih dahulu, yaitu  Variabel . Umumnya variabel digunakan untuk menyimpan informasi atau nilai yang akan dikelola di dalam sebuah program. Sebuah variabel akan membutuhkan kata kunci  var  atau  val ,  identifier ,  type  dan  initialization . Kira-kira strukturnya seperti berikut: var identifier : Type = initialization Berikut adalah contoh variabel dengan tipe String: var company : String = "Indonesia" Mari kita ulas setiap bagian pada struktur variabel di atas. var   atau   val...

List Kotlin Bahasa Indonesia

  Collections Setelah berkenalan dan mempelajari data class, selanjutnya kita akan mencoba untuk mempelajari  collection . Bayangkan ketika kita ingin menyimpan dan memanipulasi sebuah objek. Kita perlu sebuah komponen yang mampu menambahkan, menghapus, mencari, bahkan mengurutkan sebuah data. Semua tugas itu bisa kita lakukan dengan bantuan collection. Collections sendiri merupakan sebuah objek yang bisa menyimpan kumpulan objek lain termasuk data class. Dengan collection kita bisa menyimpan banyak data sekaligus. Di dalam collections terdapat beberapa objek turunan, di antaranya adalah  List ,  Set , dan  Map . Mari kita pelajari satu per satu objek turunan tersebut. List Yang pertama adalah List. Dengan List kita dapat menyimpan banyak data menjadi satu objek. Sebagai contoh, kita bisa membuat sebuah List yang berisi sekumpulan data angka, karakter atau yang lainnya. Yang menarik, sebuah List tidak hanya bisa menyimpan data dengan tipe yang sama. Namun juga b...

Collections Operations Kotlin Bahasa Indonesia

  Collections Operations Selain memiliki beberapa turunan yang baru saja kita bahas, Collection juga mempunyai beberapa fungsi operasi yang bisa kita gunakan untuk mengakses data di dalamnya. Sekarang saatnya kita akan mempelajari fungsi-fungsi yang dimaksud.  filter() dan filterNot() Mari kita mulai dari fungsi  filter()  dan  filterNot()  terlebih dahulu. Kedua fungsi tersebut akan menghasilkan list baru dari seleksi berdasarkan kondisi yang kita berikan. Sesuai dengan namanya, untuk mem- filter  atau menyaring suatu data dalam sebuah collection. Contohnya dapat Anda lihat pada kode berikut: val numberList = listOf ( 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 ) val evenList = numberList . filter { it % 2 == 0 }   // evenList: [2, 4, 6, 8, 10] Pada kode di atas, kita telah menggunakan  filter()  untuk menyaring bilangan yang habis dibagi 2 (dua) atau biasa disebut dengan bilangan genap. Selain itu kita juga dapat mem-filter ...